12 Maret 2012

TAWIRA, motor penggerak ekonomi pedesaan

Karang Taruna sebagai salah satu kekuatan sosial, memiliki peran strategis dalam pemberdayaan dan pengembangan ekonomi kerakyatan guna mendukung pengentasan kemiskinan dan pengangguran, khususnya di kalangan generasi muda. Sebagai motor penggerak ekonomi pedesaan, Karang Taruna harus lebih memprioritaskan pengembangan program-program yang berorientasi pada usaha kesejahteraan sosial. Karenanya, sesuai dengan semangat paradigma baru Karang Taruna, maka pada Tanggal 11 Maret 2012 Karang Taruna Provinsi Banten me-launching program TAWIRA atau Taruna Wirausaha.


TAWIRA yang merupakan singkatan dari Taruna Wirausaha merupakan wadah yang bertujuan memberi wawasan, pendidikan dan motivasi kepada para pemuda untuk beraktualisasi melalui bidang wirausaha guna menekan tingkat pengangguran di usia produktif. Menurut Ketua Karang Taruna Banten H. Andika Hazrumy, saat ini anggota Karang Taruna sebenarnya banyak yang telah mengguluti kewirausahaan. Namun, karena modal yang tidak mencukupi, dan wawasan kewirausahaan yang masih minimmereka sulit berkembang.

"Kami menyadari, bahwa sesungguhnya Karang Taruna memiliki potensi yang luar biasa besarnya dalam bidang kewirausahaan. Hanya saja memang, kita masih memiliki beberapa kelemahan khususnya dalam hal manajemen. Oleh karenanya, dengan program TAWIRA ini, disamping mendorong keberanian dan kemampuan berwirausaha, kita juga akan lebih memperkuat dukungan terhadap kegiatan kewirausahaan yang telah dirintis dan dikembangkan oleh seluruh Karang Taruna yang ada di Provinsi Banten" papar Andika.

Keyakinan andika tersebut bukan tanpa alasan, menurut dia berkembangnya kreatifitas dan kemampuan Karang Taruna dalam bidang kewirausahaan telah dibuktikan dengan terpilihnya Karang Taruna Gunung Sugih, Cilegon sebagai Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2011. Secara Nasional, Andika yang juga anggota DPD RI mencatat bahwa pengusaha di Indonesia ini jumlahnya baru 1,65% dari total jumlah penduduk, dan Provinsi Banten, dengan laju pertumbuhan ekonomi serta segala potensi sumber daya yang dimilikinya, Banten lanjut Andika merupakan wilayah yang amat prospektif dan strategis bagi pengembangan sektor kewirausahaan.

Acara Launching TAWIRA Karang Taruna Provinsi Banten yang dilaksanakan di Kecamatan Saketi, Pandeglang ini diikuti oleh calon-calon TAWIRA dari 8 Kabupaten/Kota. "yang kita hadirkan disini adalah mereka yang selama ini telah menjalankan kegiatan kewirausaaan diwilayahnya masing-masing" kata Gatot Yan, sekretaris Karang Taruna Banten.

Pada acara lounching ini, Karang Taruna Provinsi Banten menghadirkan pengusaha nasional Aburizal Bakrie untuk memberikan motivation speech. “Dihadirkannya pak Ical dalam acara ini karena kami merasa beliau adalah sosok wirausahawan yang telah sukses merintis usaha dari bawah. Semoga kegigihan dan keuletan beliau dalam berwirausaha bisa memberikan inspirasi kepada kami untuk lebih inovatif dan kreatif sebagai entrepreneur yang tangguh,” ujar Andika.

Aburizal Bakrie atau yang akrab disapa Ical dalam sambutannya mengatakan, dirinya memberikan dukungan kepada para wirausaha Banten untuk tumbuh menjadi pengusaha muda yang tangguh dan berdikari sehingga mampu menyediakan lapangan kerja. Ical mengajak mereka menanamkan mimpi setinggi langit tapi kaki tetap berpijak di atas bumi. “Tanamkanlah keinginan untuk selalu menjadi nomor satu dan menjadi yang terbaik. Tapi kalau impian belum tercapai tidak boleh patah semangat, harus terus berjuang. Kalau adik-adik berusaha menjadi yg terbaik, maka objektif kita ke depan menjadi yang terbaik,“ ujar Ical pasti.

Ical mengingatkan para wirausaha untuk tidak membiarkan diri memelihara pesimisnya. “Mesti berani berpikir besar. Kalau kita berpikir susah maka susah beneran. Jangan pernah membiarkan diri berada di tempat gelap karena bayangan pun tidak akan menemani kita,” ujarnya mengingatkan. Pengusaha nasional ini memberi tips kepada anggota Taruna Wirausaha, bahwa untuk menjadi pengusaha besar bisa dengan memanfaatkan modal dari orang lain atau perbankan. “Uang itu harus bisa beranak-pinak. Yakinkan orang yang punya uang bahwa anda bisa mengelola usaha yang anda jalankan dan meraih keuntungan. Sekarang ada program KUR, pinjaman tanpa jaminan. Ingat, kita tidak pernah miskin dengan membayar hutang ke bank,” nasehatnya pasti.

Pada kesempatan itu, para anggota TAWIRA juga menggelar pameran buah karya mereka selama ini, dan Ical yang didampingi Andika serta pengurus lain berkesempatan melihat satu persatu hasil kreasi para pemuda Banten tersebut.