09 Januari 2011

Banten, gerbang investasi Indonesia

Mau investasi aman, Banten adalah tempatnya. Berbagai kemudahan telah disiapkan Gubernur Provinsi Banten, Hj. Ratu Atut Chosiyah kepada para investor yang akan berinvestasi. Provinsi Banten yang terletak di ujung barat Pulau Jawa, tak dipungkiri punya andil besar dalam menopang perekonomian nasional. Sebagai provinsi ke 2 tertinggi di bidang Penaman Modal Dalam Negeri (PMDN) keberadaan Banten dikenal sangat aman bagi kalangan pengusaha untuk berinvestasi.

Dengan modal sebagai provinsi ke 4 terbesar di bidang penanaman modal asing (PMA) Provinsi yang dipimpin Ratu Atut Chosiyah, Gubernur perempuan pertama di Indonesia ini, melejit pesat khususnya di bidang investasi.

Bermodal keyakinan itulah, Provinsi Banten ikut serta menawarkan potensi 10 proyek investasi unggulan kepada para calon investor. Diberbagai temu bisnis dan pameran potensi investasi, Gubernur Ratu Atut selalu menawarkan dan mempromosikan Banten kepada kalangan investor dalam maupun luar negeri. Adapun proyeki Investasi yang ditawarkan itu meliputi:
  • Pembangunan Pelabuhan Laut Internasional Bojonegara
  • Pembangunan Jalan Tol Cilegon - Bojonegara
  • Pembangunan Jalan Kereta Cilegon - Bojonegara
  • Pembangunan Jalur Transportasi Moda Monorel Serpong - Bandara Soekarno Hatta
  • Pembangunan Jalan Tol Serang - Panimbang
  • Pembangunan Terminal Transit Bojonegara
  • Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
  • Pembangunan Tanjung Lesung Waterfront City
  • Pembangunan Industri Kerang
  • Pembangunan Industri Rumput Laut

Bojonegara merupakan proyek investasi yang akan diakselerasi pertumbuhannya terutama oleh pelabuhan laut yang terintegrasi dengan kawasan industri dan terminal petikemas. Feasibility Study atas proyek ini telah dirampungkan dengan lahan yang tersedia seluas 500 hektar dan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten / Kota.

Selain itu banyak sektor yang sebelumnya sudah dilirik oleh investor asing dan sampai saat ini sudah terealisasi. Diantaranya investor asing yang sudah masuk ke Banten dan merupakan investor besar di dunia yaitu:
  • Blue Scope Steel (Steel) - Australia;
  • Dystar (Chemical) - German;
  • Asahimas Chemical (Chemical) - Japan;
  • Charoen Phokpand (Poultry) - Thailand;
  • Nikomas Gemilang (Shoes) - Taiwan;
  • Korindo Utama (Automotive) - Republic of Korea;
  • Daekyung Indah Heavy Industry (Metal) - Republic of Korea;
  • Dong Jin Indonesia (Chemical) - Republic of Korea;
  • Baiksan Indonesia (Chemical) - Republic of Korea;
  • Japfa Comfeed (Food) - Thailand;
  • Tifico (Textile) - Japan;
  • Surya Toto (Sanitary) - Japan;
  • Siloam Gleneagles (Hospital) - Singapore;
  • Swiss-German University (Education) - Germany;
  • Cabot (Chemical) - USA;
  • Banten Bay Refinery (oil Refinery) - Iran.

Sumber Daya Alam

Sumber daya alam yang dimiliki Banten juga banyak diminati oleh invetor asing atau Penanam Modal Asing (PMA), sektor itu meliputi Pertanian, dengan tanaman pangan, seperti padi, kacang, jagung, singkong,sayuran, jahe, dan lain-lain.

Juga bidang peternakan, seperti kerbau, sapi, ayam, kambing; lalu perkebunan, seperti kelapa, kelapa sawit, cokelat, karet, melinjo, aren, buah tropis, kayu/hutan. Ada juga perikanan, meliputi, perikanan tangkap, ikan, udang, kerang, rumput laut.

Kemudian pariwisata. wisata alam meliputi; pantai, air panas, ngarai, Taman Nasional Ujung Kulon, Gunung Krakatau, selam. Juga aktraksi budaya, wisata sejarah dan ziarah. Selanjutnya Pertambangan, Panas bumi, emas, batubara, batu fossil, minyak bumi, zeolit, timah hitam dan lain-lainnya. Kawasan Industri di Provinsi Banten:
  • Krakatau Industrial Estate Cilegon;
  • Petrochemical Industrial Estate Pancapuri;
  • Jababeka Industrial Estate;
  • Nikomas Gemilang Industrial Estate;
  • Modern Cikande Industrial Estate;
  • Langgeng Sahabat Industrial Estate;
  • Pancatama Industrial Estate;
  • Samanda Perdana Industrial Estate;
  • Saur Industrial Estate;
  • Kawasan Industrial Park;
  • Balaraja Industrial Park;
  • Balaraja Industrial Estate;
  • Kawasan Industri & Pergudangan Cikupa mas;
  • West Tangerang Industrial Estate Cikupa;
  • Graha Balaraja Sentra Produksi & Distribusi;
  • Pasar Kemis Industrial Park;
  • Taman Tekno Industrial Estate;
  • Millenium Industrial Estate;
  • Pantai Indah Dadap.

Jika ditotal ke 19 Kawasan Industri ini memiliki luas 8.103 hektar dan saat ini telah terbangun 1.984 hektar, sedangkan areal siap bangun 6.119 hektar. Daya tarik investasi di Provinsi Banten juga tidak terlepas dari Infrastruktur dan fasilitas pendukung lainnya seperti:
  • Akses jalan tol dari Jakarta – Tangerang – Merak;
  • Akses jalan Arteri Primer (jalan Nasional) di seluruh wilayah;
  • Akses kereta api Jakarta – Rangkasbitung – Merak;
  • Akses penerbangan internasional (Bandara Soekarno-Hatta);
  • Fasilitas Bandara untuk perawatan dan pendidikan penerbangan (Budiarto Curug);
  • Akses pelabuhan penyebrangan kapal Ferry Ro-Ro (ASDP Merak);
  • Pelabuhan petikemas standar internasional (Pelabukan Ciwandan);
  • Pelabuhan Curah standar internasional & 38 dermaga untuk kepentingan sendiri;
  • Tersedianya 2 PLTU (Suralaya, Bojonegara sebesar 4.100 MW dan 4 Captive Power (KDL, Tifico, Indah Kiat, Nicomas, Chandra Asri) sebesar 595 MW;
  • Jaringan telekomunikasi tetap dan seluler;
  • Suplai air baku untuk industri dan rumah tangga;
  • Terdapat jalur pipagas dari Sumatera Selatan ke Bojonegara, Banten.

Fasilitas pendukung lainnya:
  • Rumah sakit internasional;
  • Rumah sakit Pemerintah di Kabupaten/Kota;
  • Rumah sakit swasta & klinik kesehatan;
  • Sekolah kejuruan;
  • Pusat riset;
  • BLKI (kerjasama Indonesia-Austria);
  • Jasa Perbankan nasional dan internasional;
  • Sarana olah raga dan hiburan;
  • Hotel dan restoran internasional;
  • Kawasan wisata.

*sumber: majalahpotretindonesia.com