16 Desember 2010

Karang Taruna Bersinergi dengan Guru

Karang Taruna di seluruh pelosok negeri dihimbau untuk bersinergi dengan guru-guru untuk mengembangkan potensi di suatu daerah. Para guru ini akan membentuk anak-anak muda yang berpotensi mendukung kemajuan bangsa. Sebagai wujud penghargaan Karang Taruna pada pendidik bangsa, organisasi para pemuda ini meluncurkan program sinergi dengan guru-guru di Sekolah Semut-Semut di Depok, Jawa Barat, Senin (22/11/2010).

Seperti diberitakan Kompas, Ketua Umum Karang Taruna, Taufan EN Rotorsiko mengatakan, budaya penghormatan kepada guru di Hari Guru Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 November mulai dihidupkan Karang Taruna pada tahun ini.

"Sinergi bersama guru ini diharapkan sebagai langkah untuk mendukung Kebangkitan Indonesia yang semakin nyata di masa depan," kata Taufan yang menjadi pemimpin Karang Tarunan periode 2010-2015.

Di samping menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada guru-guru generasi masa depan bangsa, Taufan juga menyampaikan masukan untuk peningkatan dunia pendidikan Indonesia. Menurut Taufan, guru-guru sekarang ini lebih menitikberatkan tugasnya sebagai pengajar daripada pendidik.

"Padahal, pendidik itu bermakna dalam. Pendidik itu bukan cuma mengajari, tetapi mau membantu siswa untuk mengembangkan potensi dirinya sehingga berhasil dalam kehidupannya di masa depan," kata Taufan yang mengenyam pendidikan di beberapa negara, antara lain Spanyol dan Amerika Serikat.

Arfi Moenandris, pendiri Sekolah Semut-Semut, mengatakan, sekolah mengecilkan perannya jika hanya memfokuskan agar anak-anak didiknya bisa lulus ujian. "Sekolah mesti mampu mendidik anak-anak muda yang tahu siapa dirinya. Sebab, dalam hitungan 20 atau 40 tahun ke depan, anak-anak kecil yang dididik di sekolah-sekolah akan jadi pemimpin negeri ini," ujar Arfi.

Sekolah Alam Semut-Semut menjalankan pendidikan Indonesia yang memperispakan anak-anak didiknya menjadi warga dunia. Namun, anak-anak itu tidak kehilangan jati dirinya sebagai anak-anak bangsa Indonesia.

sumber: Kompas.com