06 Oktober 2010

Peran Karang Taruna Dirasakan Masih Kurang

JAKARTA (Suara Karya): Karang Taruna harus lebih peka mendeteksi persoalan-persoalan sosial di masyarakat. Karang Taruna diharapkan melakukan terobosan-terobosan agar keberadaannya lebih bisa dirasakan di masyarakat.

Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengemukakan hal itu saat menutup acara Jambore Nasional Karang Taruna di Cibubur, Jakarta Timur, kemarin. Dia minta agar Karang Taruna mulai melakukan kegiatannya lewat program percontohan di beberapa desa terpilih.

"Dengan demikian, Karang Taruna mampu meningkatkan keberadaannya untuk lebih dirasakan. Karang Taruna juga mampu meningkatkan kepekaannya terhadap masalah-masalah sosial yang ada," tuturnya.

Mensos mengakui, selama ini peran Karang Taruna dirasakan masih sangat kurang. Padahal, sebagai mitra Kementerian Sosial dan garda terdepan, banyak hal yang bisa dilakukan Karang Taruna untuk masyarakat.

Pada usia yang ke-50 tahun, menurut Mensos, Karang Taruna sebagai sebuah organisasi harusnya sudah cukup matang sehingga mampu mengevaluasi diri tentang apa saja kekurangannya selama ini. Karena itu, dia berharap anggota Karang Taruna yang berjumlah sekitar delapan juta di seluruh Indonesia meningkatkan perannya; mampu melakukan terobosan-terobosan baru sehingga dapat dirasakan masyarakat.

"Kita akan dorong terus Karang Taruna meningkatkan perannya. Harus ada kepekaan hati karena banyak permasalahan sosial dan kemiskinan yang dihadapi," kata Mensos.

Di sisi lain, Mensos juga mengakui, Kementerian Sosial selaku pembina juga harus terus-menerus melakukan pembinaan dan pemberdayaan terhadap Karang Taruna. Pasalnya, Karang Taruna yang berada paling dekat dengan masyarakat merupakan mitra yang bisa diandalkan.

Selain menutup Jambore Nasional Karang Taruna, Mensos juga mengukuhkan kepengurusan Karang Taruna Nasional. Taufan Eko Nugroho Rotorasiko dikukuhkan sebagai Ketua Umum Karang Taruna Nasional periode 2010-2015. Pengukuhan itu dilakukan di hadapan sedikitnya 1.000 peserta jambore dari 33 provinsi.

Pada kesempatan itu, Taufan mengemukakan, posisi Karang Taruna selain strategis juga dilematis. Karena itu, keberadaan Karang Taruna sering diperdebatkan. Sebagai ketua umum, menurutnya, dia tidak ingin memperdebatkan kondisi itu.

Menurut dia, Karang Taruna memang selalu dekat dengan masalah. Keberadaannya di masyarakat membuat posisinya berada di lingkaran persoalan-persoalan sosial. Karena itu, peningkatan kemampuan menangani masalah merupakan hal penting bagi Karang Taruna. "Agar kepercayaan masyarakat terhadap Karang Taruna meningkat," ujarnya.

Baginya, yang penting bagaimana meningkatkan kepercayaan terhadap keberadaan wadah yang dipimpinnya itu. Sebab, selain sebagai wadah pembinaan generasi muda, saat ini Karang Taruna juga harus mampu bergerak khususnya di bidang usaha kesejahteraan sosial (UKS), usaha ekonomi produktif (UEP), serta rekreasi olahraga dan kesenian. (Budi Seno)

sumber: www.suarakarya-online.com