06 Oktober 2010

Kemensos Genjot Pembinaan Karang Taruna

KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) melalui Direktorat Pemberdayaan Sosial terus meningkatkan pembinaan dan pemberdayaan Karang Taruna melalui berbagai kegiatan dan kemandirian ekonomi.

"Kami mendorong para pemuda yang diwadahi dalam Karang Taruna terus dibina dan ditingkatkan kemampuannya. Jadi mereka bisa memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa," kata Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos Rusli Wahid di Jakarta, kemarin.

Karena itu, lanjut Rusli, dengan jumlah Karang Taruna lebih dari 62 ribu se-Indonesia bisa dijadikan modal yang besar untuk membangun bangsa. Sebab, Karang Taruna yang berbasisdaerah pedesaan itu sudah membuktikan mampu menjadi solusi bagi permasalahan sosial di lingkungannya.

"Keberadaan karang taruna sudah menyebar di semua daerah, baik tingkat provinsi maupun ka-bupataen/kota,"ucapnya. Menurut dia, saat ini kegiatan Karang Taruna difokuskan pada program peningkatan keterampilan dan penanaman kemandirian. Tentu saja, kegiatan itu tidak hanya dilaksanakan di tingkat pusat, tetapi juga di daerah yang melibatkan peran serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Berbagi kegiatan itu, kata dia, diharapkan bisa tertanam nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa sekaligus mempererat tali silaturahmi.

Adapun kegiatan rutin yang sudah berjalan, antara lain pertemuan tingkat nasional, jambore dan pertukaran Karang Taruna antar wilayah se-Indonesia. Selain itu, pemberdayaan Karang Taruna juga didorong dari segi kemandirian ekonomi. Misalnya, Karang Taruna yang tergabung dalam kelompok usaha bersama diberi suntikan dana berkisar Rp 20 juta hingga Rp 30 juta. Bagi Karang Taruna yang sukses mengelola usaha, disediakan acara tahunan berupa expo. "Karang Taruna yang sukses mengembangkan usaha dan bisa mandiri secara ekonomi, setiap tahun bakal diben apresiasi berupa penghargaan lain,"ungkapnya

Lebih lanjut Rusli menjelaskan, pengembangan kegiatan Ka-rang Taruna ke depannya akan terus diarahkan menuju pembinaan kedaerahan, tentunya dengan mengoptimalkan anggaran pemerintah yang terbatas. "Anggaran memang masih dirasakan, mengingat jangkauan kegiatan Karang Taruna yang mencakup seluruh provinsi Indonesia. Namun, hal itu bukan alasan untuk tidak terus berupaya mengoptimalkan potensi dan kekuatan yang ada, "jelasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara M Asril Ahmad mengatakan, pembinaan Karang Taruna di daerah terus diberdayakan sesuai dengan kondisi alam dan potensi daerah. "Maluku Utara sebagai daerah pemekaran baru terus berupaya membenahi kegiatan karang ta-mna Selain letak geografis dan potensi alam yang terdiri dan pulau-pulau, kegiatan Karang Taruna dikembangkan menjadi kegiatan yang berbasis kelautan," katanya.

sumber: www.bataviase.co.id