06 Oktober 2010

Karang Taruna mitra terdepan Kemensos tangani PMKS

Jakarta, 27/9/2010 (Kominfo-Newsroom) Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan Karang Taruna adalah organisasi sosial di desa dan kelurahan yang menjadi mitra terdepan dalam menangani Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di wilayahnya masing-masing.

“Diharapkan, dengan usianya yang sudah 50 tahun, semenjak kelahirannya pada 26 September 1960, semakin sukses dalam mengemban tugas-tugas sosialnya di Indonesia,” kata Mensos pada Jambore Nasional Karang Taruna 2010 yang diselenggarakan di Taman Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, Senin (27/9).

Mensos mengungkapkan 50 tahun bagi organisasi merupakan usia dewasa. Karang Taruna hendaknya melakukan evaluasi, sekaligus kilas balik guna menjawab beberapa pertanyaan yang perlu dilihat bersama di antaranya sejauh mana Karang Taruna menunjukkan kiprahnya sebagai organisasi sosial di desa dan kelurahan.

Kemensos, selaku pembina fungsional, melakukan peran strategis dalam memberdayakan Karang Taruna sesuai tugas dan fungsinya. Besarnya permasalahan kesejahteraan sosial yang terus ditangani, yaitu kemiskinan, kecacatan, ketunaan sosial, penyimpangan perilaku, keterpencilan, keterlantaran dan korban berncana membutuhkan keseriusan dan kerja keras dari semua pihak.

Menurutnya, tidak mungkin pemerintah bisa menyelesaikan tanpa melibatkan segenap potensi bangsa yang salah satunya adalah dunia usaha dan kemitraan yang merupakan garda tedepan yang tidak lain adalah Karang Taruna.

Fondasi yang sangat mendasar dalam bangunan kesejahteraan sosial adalah jati diri bangsa Indonesia itu sendiri. “Saya yakin semua memahami jati diri bangsa itu yaitu semangat kesetiakawanan sosial, gotong royong, kepahlawanan, keperintisan dan perjuangan. Tanpa fondasi tersebut saya yakin bangsa ini tidak mampu meraih kemerdekaan dan yang tidak kalah penting adalah bagaimana untuk mengisi kemerdekaan tersebut dengan menumbuh-suburkan, mempertahankan, dan meningkatkan jati diri bangsa Indonesia tersebut,” paparnya.

Untuk menggerakkan potensi tersebut salah satu cara yang efektif adalah dengan terus menumbuhkembangkan semangat gotong royong dan kesetiakawanan sosial, yang kaya membantu yang miskin dan yang kuat melindungi yang lemah serta yang pintar membimbing yang keterbelakang.

“Saya tahu Karang Taruna adalah penggerak masyarakat yang andal dan ulet, karena dalam dirinya telah terbangun jiwa sosial yang tinggi serta jiwa kerelawanan tanpa pamrih, jika potensi masyarakat dapat digerakkan maka saya yakin tidak ada satu daerahnya yang terkena busung lapar ataupun kelaparan,” paparnya.

Sementara itu, Dirjen Pemberdayaan Sosial Rusli Wahid menyampaikan peserta pada puncak peringatan 50 tahun Karang Taruna tersebut dihadiri 1.000 peserta, terdiri dari peserta Jambore Nasional Karang, peserta pertukaran Karang Taruna antar wilayah dan peserta pendukung Karang Taruna dari wilayah Jabodetabek.

Seluruh peserta mengikuti kegiatan antara lain pameran produk unggulan usaha ekonomi produktif Karang Taruna, dialog interaktif bersama dengan para narasumber, outbound, dinamika kelompok, pentas kesenian daerah dan kegiatan pendukung lainnya. Jambore Nasional Karang Taruna 2010 tersebut di gelar di Taman Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur yang berlangsung dari 24 hingga 28 September 2010. (T. Gs/dry)

sumber: Kominfo Newsroom