17 Oktober 2010

Karang Taruna Kota Tangerang Selatan Dikukuhkan


Pengurus Karang Taruna Kota Tanggerang Selatan (Tangsel) masa bakti 2009-2014 resmi dukukuhkan oleh Walikota Tangsel Ir. HM. Saleh, MT. Pengukuhan itu bertempat di Ruang Sidang Utama Griya Widya Bhakti,  Puspitek, Setu, Kamis (29/04). Pengukuhan dilakukan dengan memberian panji karang taruna kepada Ketua terpilih, H. Abdul Rosyid.

Dewan Pembina Karang Taruna Kota Tangsel Hj. Airin Rachmi Diany dalam sambutannya menjelaskan bahwa Karang Taruna merupakan salah satu wadah pembinaan dan pengembangan generasi muda sebagai organisasi sosial kepemudaan yang tumbuh dan berkembang dari, oleh dan untuk masyarakat. Oleh karena itu, Airin berharap agar Karang taruna Kota Tangsel bisa dijadikan sebagai sarana pengembangan diri generasi muda di Kota Tangsel dengan mempersembahkan karya terbaik untuk masyarakat. “Sebagai organisasi sosial yang berada pada tingkat desa atau keluarahan, Karang Taruna harus mampu menjadi ujung tombak dan garda terdepan dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat di Kota Tangsel,” tegasnya

Ibu dengan dua anak ini menambahkan, Karang Taruna Kota Tangsel harus bisa bersinergi dengan semua elemen masyarakat serta Pemerintah sehingga Program Karang Taruna yang telah diagendakan bisa berjalan dengan baik. “Partisipasi aktif Karang Taruna untuk bersinergi dengan masyarakat dan Pemerintah Kota Tangsel diperlukan untuk menata Kota Tangsel menjadi lebih baik”, pungkasnya.

Senada dengan Airin, Abdul Rasyid selaku ketua mengatakan, sebagai daerah yang baru dimekarkan dari Kabupaten Tangerang, rasa kedaerahan yang dimiliki warga dan khususnya Pemuda Tangsel belum sepenuhnya mengakar dalam diri mereka. Makanya, kehadiran karang taruna mudah-mudahan bisa menancapkan lebih dalam rasa kedaerahan tersebut.

Rasyid mengakui, kedekatan Kota Tangsel dengan daerah Ibukota Jakarta yang kental budaya betawinya, daerah Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bogor yang kental dengan akar budaya sunda menjadikan daerah ini kaya akan kebudayaan.

Hanya saja, katanya, sebagai daerah otonom, layak rasanya Kota Tangsel memiliki ciri khas kedaerahannnya sendiri yang bisa membangkitkan rasa kedaerahaan bagi warganya.

"Memang kita ini bagian dari masyarakat Indonesia dan bahkan dunia. Tapi, disamping itu, kita adalah masyarakat Kota Tangsel yang wajib kagum dan memiliki rasa kedaerahan yang kuat. Dan untuk mencapai itu, Karang Tarunan Kota Tangsel akan terus melakukan pembinaan pemuda untuk dapat menancapkan rasa kedaerahan tersebut," urainya.

Hal lain yang perlu ditanamkan bagi pemuda yang nyatanya adalah penerus generasi selanjutnya adalah rasa kesetiakawanan. Dimana dengan rasa itu, pemuda akan rela berkorban dan saling bantu membantu sesama pemuda asal daerahnya.

"Dengan menanamkan rasa ini, pembangunan yang diinginkan pemerintah tentunya juga akan sangat terbantu. Sebab, tiap insan di tanah Tangsel ini akan dengan sendirinya membantu tanpa pamrih demi kemajuan daerah dan kawan-kawannya," tandas Rasyid.

Penjabat Walikota Tangsel HM Shaleh mengharapkan hal serupa dari Karang Taruna Kota Tangsel ini. Pemuda yang tergabung dalam organisasi binaan pemerintah ini diharapkan dapat seiring sejalan dalam membantu pembangunan dan pengembangan daerah.

"Tentunya juga, organisasi ini harus menunjukkan jati dirinya dan terus mengembangkan kemampuannya untuk menopang pembangunan yang sedang ditargetkan pemerintah. Dengan begitu, percepatan pembangunan Tangsel akan mampu bersaing dengan daerah lainnya," imbuhnya. Walikota Tangsel juga mengimbau Camat dan lurah yang hadir agar dapat membantu dan mendukung program karang taruna di tingkat kecamatan dan kelurahan. (mus)