18 Oktober 2010

Karang Taruna Kota Tangerang kelola Warung Air

MENJALANKAN fungsi organisasi memberdayakan pemuda sekaligus membantu kebutuhan hidup masyarakat, selalu saja pada akhirnya akan membuahkan hal yang baik: Bisa berupa kesuksesan organisasi, penghargaan, bahkan keuntungan.

Ternyata ketiga buah baik itu sekaligus bisa diraih jajaran Karang Taruna Kota Tangerang dengan mengoperasikan Warung Air Koang Jaya, yaitu semacam depot air bersih bekerjasama dengan PDAM Kota Tangerang memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkannya dengan harga jual air bersifat sosial.

Di warung air yang berada di lingkungan RT 02/03 Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci itu kini bisa diberdayakan 10 pemuda yang mendapat lapangan pekerjaan, serta ada keuntungan yang diperoleh untuk penambahan kas karang taruna. Kini setiap harinya 200-300 keluarga di Kelurahan Koang Jaya bisa tercukupi kebutuhan air bersihnya.

“Alhamdulillah setelah setahun beroperasi, kini usaha itu berkembang dengan menyediakan air isi ulang yaitu air sulingan dari air bersih yang siap diminum masyarakat,” kata RH Bondan, Sekretaris Karang Taruna Kota Tangerang per telepon, Selasa (1/12/09).

FUNGSI SOSIAL

Harga jual air di Warung Air Koang Jaya sendiri per jerigen 20 liter hanya dijual Rp 2.000 dan air isi ulang per jerigen dengan kapasitas sama dijual Rp 3.000. Harga ini, tentu saja, jauh lebih murah dibandingkan harga eceran air yang dijual depot air yang banyak bermunculan di seantero wilayah. Diakui Bondan harga jualnya bisa murah karena mereka memang mendapat keringanan dari PDAM yang menjual airnya lebih murah dibandingkan untuk rumahtangga sekalipun.

Air yang dipesan warga pun siap diantar petugas di warung air sampai ke rumah-rumah warga dengan menggunakan gerobak. Tentu saja, layanan paripurna serupa ini sangat disyukuri keluarga warga yang membutuhkan air bersih. Bondan mengakui meskipun untungnya tak terlalu banyak, tetapi lumayanlah untuk menjadi lahan nafkah bagi keluarga bagi 10 pemuda yang mengelolanya, sekaligus memberi bantuan kepada masyarakat.

Setelah sukses membantu warga di Koang Jaya, Direncanakan Karang Taruna Kota Tangerang akan membangun usaha serupa di Kelurahan Kunciran dan Cibodas. Dua kawasan itu, kata Bondan, diketahui sebagai daerah rawan air bersih. Jadi pengurus karang taruna yang telah mengkaji rencana itu, pada bulan ini pula akan membuka usaha tersebut. “Insya Allah mulai awal Desember ini rencana itu akan dilaksanakan. Saat ini persiapannya terus dimatangkan,” kata Bodan.

Diakui target pengoperasi warung air memang sebagai wujud fungsi sosial organisasi Karang Taruna Kota Tangerang. Yaitu memberi wadah bagi pemuda pengangguran untuk bekerja walaupun dengan upah di bawah UMK, membantu warga yang butuh air bersih terlayani lewat gerobak dorong, dan mendapat keuntungan bagi kas organisasi.

Untuk membangun sebuah warung air, jelas Bondan, dibutuhkan uang paling banyak Rp 24 juta. Rinciannya, uang itu pemasangan jaringan PDAM berkisar Rp 1.250.000, membeli sejumlah jerigen kapasitas 20 liter berkisar Rp 3 juta, sisanya untuk membuat gerobak dorong air, dan menyewa tanah  berikut rumahnya. Uang ini, kata dia, didapat dari urunan anggota-anggota Karang Taruna Kota Tangerang yang bertujuan memberdayakan para pemuda untuk berwira-swasta, membantu masyarakat, dan tentunya menjalankan fungsi organisasi. ***

*dari berbagai sumber