23 Juli 2008

Bersatu Membangun Negeri


Assalamu’alaikum. Wr. Wb.

Salam Kesetiakawanan Sosial,

Kebangkitan Nasional merupakan tonggak sejarah dalam menyatukan dan mengembangkan jiwa nasionalisme, serta mengantarkan Indonesia ke gerbang Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang dibangun diatas kemajemukan suku, agama, budaya dan tradisi. Disinilah pentingnya anak bangsa, untuk membangun kesadaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam bingkai BhinnekaTunggal Ika.

Dalam perjalanan bangsa, hari Kebangkitan Nasional merupakan torehan tinta emas historis perjuangan para pahlawan yang monumental, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari mata rantai perjuangan Bangsa Indonesia.

Kebangkitan Nasional merupakan momentum yang telah membangun komitmen kolektif bangsa untuk bersatu dan mengembangkan jiwa nasionalisme, dalam menghadapi kolonialisme penjajah yang telah merenggut harkat dan martabat bangsa. Kebangkitan Nasional juga merupakan bagian tidak terpisahkan dari tonggak sejarah yang telah mengantarkan bangsa Indonesia ke depan pintu gerbang Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Begitu dalamnya makna hari Kebangkitan Nasional, sehingga diharuskan untuk diperingati oleh seluruh bangsa Indonesia, dan tidak sekedar seremonial sejarah saja, tetapi yang lebih penting memberikan kemaknaan aktual membangun kesadaran baru, sebagai bangsa yang bertekad menuju kejayaan masa depan.

Saat ini bangsa Indonesia dihadapkan pada berbagai persoalan yang cukup kompleks, tidak hanya sekedar permasalahan internal, tetapi juga permasalahan eksternal, yang berkaitan dengan interaksi antar bangsa, sebagai bagian proses globalisasi perkembangan peradaban umat manusia, dan fenomena yang tidak bisa dihindari.

Melalui Peringatan hari Kebangkitan Nasional ke 100 tahun ini, Yayasan Obor Nusantara bekerjasama dengan KARANG TARUNA Propinsi Banten mengadakan Kegiatan OBOR NUSANTARA dengan mengusung tema: “Bersatu Membangun Negeri, Menggugah semangat kebangsaan, menggugat semangat kepedulian”. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk Membangun Semangat Kebangsaan dan Spirit Kepedulian, serta meningkatkan Kesetiakawanan Sosial dan Gotong Royong yang dirasakan semakin menjauh dari generasi muda, sebagai dampak arus modernisasi dan globalisasi.

Pemilihan Obor Nusantara ini karena API/obor adalah Mercusuar yang tidak dapat disentuh, memberikan penerangan dan kehangatan untuk semua lapisan masyarakat (berkeadilan) yang tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan.

Melalui perjalanan Obor Nusantara terkait dengan momentum kebangkitan Nasional ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas anak bangsa yang memiliki profesionalisme, integritas dan solidaritas tinggi, serta mempertautkan kembali semangat kebangsaan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan budaya lokal, sebagai pilar Indonesia aman, damai, bermartabat, adil dan sejahtera.

Kegiatan Obor Nusantara yang telah disetujui/direstui oleh Presiden dan Menteri Dalam Negeri ini diawali pada tanggal 20 Mei 2008, dengan menyulut api abadi di Sabang dan Merauke, yang selanjutnya akan dibawa melintasi 33 Propinsi di seluruh Nusantara. Selanjutnya, mulai tanggal 26 - 31 Agustus 2008, rombongan kirab akan mengelilingi seluruh Kabupaten/Kota se- Propinsi Banten. Selain melakukan kirab, kegiatan ini disertai pula dengan kegiatan-kegiatan Bhakti Sosial, Dialog/Sarasehan, Penghijauan dan Revitalisasi Karang Taruna, serta Kegiatan lainnya.

Akhir kata tak ada gading yang tak retak, kami mohon doa restu, juga mohon maaf atas segala kekhilafan dan kekurangan yang kami lakukan dalam menyelenggarakan kegiatan ini, serta kami berharap semoga pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan dan memberikan output terbaik bagi republik tercinta ini. Amien.

Adhitya Karya Mahatva Yodha,
Wassalam,




H. ANDIKA HAZRUMY
Ketua Panitia